
lidik Indonesia news
Seluma, LidikIndonesianews.com.
Gonjang-ganjing mencuat dari tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma. Sebuah misteri besar keuangan diduga menyeret nama Koperasi Tut Wuri Handayani kec Sukaraja Seluma, wadah simpanan PNS di lingkungan Disdik Seluma. Informasi yang dihimpun tim media, ratusan juta rupiah dana iuran pegawai negeri sipil (PNS) diduga tanpa kejelasan yang pasti
Salah seorang nasabah berinisial M, yang telah menjadi anggota sejak 2011 hingga 2025, mengungkapkan kekecewaannya.
“Saya sudah keluar dari anggota dan ingin menarik simpanan saya. Namun, pengurus koperasi selalu beralasan tidak ada uang. Sudah berkali-kali saya ajukan, jawabannya selalu sama,” ujarnya dengan nada kesal.
Ironisnya, saat tim media mencoba mengonfirmasi langsung ke kantor KPN Tutwuri Handayani Sukaraja, kantor tersebut tampak tutup. Seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa kantor koperasi sudah lama tidak beroperasi dan para pegawai bahkan belum menerima gaji selama tujuh bulan terakhir.
Suwardi, mantan pegawai koperasi yang berhasil dihubungi, membenarkan adanya masalah internal di KPN Tutwuri Handayani Sukaraja.
“Saya sudah mengundurkan diri sejak 1 September 2024. Uang saya masih ada tiga puluh juta di koperasi belum dibayarkan.Di tempat lain ketua umum LSM LIDIK provinsi Bengkulu M ZEN FERRY SE ,angkat bicara masalah ini tidak bisa di biarkan berlarut larut karena ini dana orang banyak.jangan sampai adanya dugaan kelalaian dalam pengelolaan administrasi serta adanya dugaan manipulasi data keuangan dan kami akan membuat surat resmi kepada intansi yang menaungi koperasi dan ke aparat penegak hukum untuk mengaudit pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah adanya melanggar hukum dalam pengelolaan dana koperasi tersebut
Ferry juga menambahkan dari 2011 sampai sekarang harus di cross check data keanggotaan dan ke uangannya.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut hak pegawai aktif dan para pensiunan guru yang selama ini rutin menyetorkan uang simpanan wajib supaya uang tersebut tidak di manfaatkan untuk kepentingan pribadi atau golongan, imbuhnya
Sampai berita ini di turunkan belum ada konfirmasi resmi dari pengurus koperasi karena kantor ny ketika awak media kesana sudah lama tutup.
(Alamsyah)


















